

Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya wirausahawan baru yang terampil dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pada sesi IKM Kue Kering dan Bakeri, para peserta dibekali teknik pembuatan donat, aneka roti manis, hingga kue kering populer seperti chui kao so. Sementara itu, pada sesi IKM Olahan Ikan, peserta mempraktikkan secara langsung pengolahan hasil perikanan menjadi aneka produk olahan siap saji, meliputi dimsum, abon, bakso, dan nugget ikan.
Tidak hanya berfokus pada teknik produksi dan pengolahan pangan, pelatihan ini juga membekali para peserta dengan literasi manajemen usaha yang krusial, khususnya perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pembekalan ini penting agar para calon pelaku IKM mampu mengalkulasi komponen biaya secara akurat, menentukan harga jual yang rasional dan kompetitif, serta menjaga keberlanjutan usahanya.

Untuk menjamin kualitas materi dan pendampingan praktik yang optimal, Kementerian Perindustrian menghadirkan tim instruktur ahli yang didatangkan langsung dari Malang, Jawa Timur. Melalui bimbingan teknis intensif selama tiga hari ini, diharapkan para peserta dapat segera merintis usaha mandiri, memperkuat perekonomian keluarga, serta memperkokoh ekosistem industri kreatif pangan di Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat secara berkelanjutan.







